Dinamika Perjudian Ditengah-Tengah Peradaban Manusia

Dinamika Perjudian Ditengah-Tengah Peradaban Manusia

Dinamika Perjudian Ditengah-Tengah Peradaban Manusia, Bicara mengenai warga dan perjudian, pasti tidak bakal ada habisnya. Bila tidak terbatasi dalam satu rangka tema, maka melebar dan berkembang kemana saja.

Di Indonesia sendiri, semenjak jaman dulu semua tipe perjudian berjalan cukup semarak. Dimulai dari kelas bawah sampai ditingkat elit.

Walau sekarang ini, semua tipe praktek perjudian tidak boleh, tetapi kenyataannya dunia judi tak pernah mati, Ada selalu. Warga secara sembunyi-sembunyi lagi memainkannya.

Sembunyi-sembunyi dalam pengertian sama tahu, tujuannya. Peristiwa semacam ini ialah bukti jika perjudian demikian disukai oleh warga kita. Satu fakta kenapa perjudian demikian ramai di negara mana saja ialah sebab perjudian dipandang memiliki prospek keuntungan.

Beberapa ratus tahun atau bahkan juga beberapa ribu tahun lalu, praktek perjudian sudah ada dan berkembang di tengah-tengah peradaban manusia. Bila ada daerah yang larang, itu kesannya cuman ‘slogan’ dan omong kosong semata.

Bahkan juga, larangan malah jadi sela untuk sedikit orang dalam menangguk keuntungan individu. Diantaranya, dengan ambil setoran dari bandar. Yang ini berlangsung secara sembunyi-sembunyi. Sembunyi-sembunyi yang sama tahu.

Susah ditunjukkan benar-benar. Tetapi siapakah yang tidak paham dengan permainan seperti itu. Silahkan kita selami lebih dalam riwayat perjudian ditengah-tengah peradaban manusia. Di mana menunjukkan jika, judi ialah sisi dari mekanisme peradaban manusia.

Mesir Kuno

Pada jaman Mesir Kuno, warga suka bertaruh dalam satu permainan yang sekarang ini kerap dimainkan oleh beberapa anak. Contoh, bertaruh untuk menerka jari-jari yang diselinapkan; apa jari-jari yang terselinap dengan jumlah ganjil atau genap. Sesederhana itu.

Romawi Kuno

Ada pula warga pada jaman Romawi Kuno yang paling mencintai permainan melempar koin yang ternyata di inspirasi dari satu permainan dari Cina. Tidak cuman permainan lempar koin, sejumlah besar warga Romawi Kuno suka bermain lempar dadu.

Permainan ini pernah mengundang perhatian Raja Claudine dan Nero yang selanjutnya jadikan permainan ini jadi permainan favorit di lingkungan istana. Sayang permainan lempar dadu ini perlahan-lahan raib bertepatan dengan robohnya kerajaan Romawi Kuno.

Timur tengah

Permainan lempar dadu kembali exist di penjuru dunia lain, persisnya di timur tengah yakni di Benteng Arab Hazard waktu Perang Salib berkobar. Riwayat timbulnya permainan ini di Timur tengah, ternyata tidak dapat dipisah dari riwayat Perang Salib.

Bukti mengutarakan jika permainan ini ternyata pertamanya kali dikenalkan oleh beberapa serdadu pada periode Perang Salib di era tengah.

Saat timbulnya kembali permainan dadu, selang beberapa saat, persisnya pada era ke-14, sudah tampil satu permainan judi baru, yakni perjudian yang memakai medium kartu. Kembali lagi permainan ini dikenalkan oleh pedagang-pedagang Cina yang sedang berdagang di Benua Eropa.

Italia dan Perancis

Kartu-kartu pertama dibikin di Itali. Awalnya, jumlah kartu pada permainan judi kartu pada periode itu sekitar 78 buah. Kartu-kartu ini digambar secara manual dan menunjukkan beberapa gambar yang paling elok.

Selanjutnya satu era sesudahnya, Perancis kurangi jumlah kartu jadi 54 buah saja. Perancis jadi salah satu negara di Eropa yang menghasilkan kartu-kartu ini secara massal dan membagikannya di semua negara di Eropa.

Di Inggris, waktu itu tengah terkenal satu permainan judi yang disebutkan lotere. Ratu Elizabeth I sendiri demikian menyukai permainan ini. Beliau bahkan juga jadikan permainan lotere ini selaku salah satunya asset untuk tingkatkan penghasilan negara.

Hasil ‘bisnis’ lotere ini selanjutnya beliau pakai untuk membenahi dermaga-pelabuhan yang hancur karena perang menantang Spanyol. Jadi inget pak Ali Sadikin membuat Jakarta. Di mana salah satunya bidang penghasilan paling besarnya dari industri perjudian.

Indonesia

Di Indonesia sendiri, perjudian mulai exist pada periode penjajahan VOC. Sabung ayam adalah judi paling favorit pada periode itu. VOC sudah memberikan ijin ke beberapa orang Tionghoa untuk buka dan menjalankan beberapa rumah judi. Maksudnya cuman satu: untuk mendapatkan pendapatan dari pajak yang dibuat dari usaha perjudian ini.

Leave a Comment